CATUR PURUSHA
Secara etimologi Catur Purusa Artha berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata Catur, Purusa dan Artha. Catur diartikan empat, Purusa berarti manusia dan Artha artinya tujuan. Sehingga Catur Purusa Artha dapat diartikan empat tujuan hidup manusia (Surpha, 2005: 5).
Dalam kitab Nitisastra, Bhagavan Sukra mengemukakan bahwa semua perbuatan manusia itu pada hakekatnya didasarkan pada usaha untuk mencapai empat hakekat hidup yang terpenting yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak di dorong oleh keinginannnya untuk mencapai keempat tujuan itu, sehingga dapat dikatakan bahwa keempat hal inilah yang menjadi hakekat tujuan hidup manusia menurut ajaran agama Hindu.
Bagian-Bagian Catur Purusa Artha
Keempat tujuan hidup yakni Dharma, Artha, Kama, dan Moksa, akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Dharma
Dharma adalah kebajikan , kebenaran, peraturan-peraturan yang mendukung orang untuk mendapatka kebahagiaan (Sura, 1985:92). Dalam Sarasamuscaya sloka 14, dijelaskan bahwa Dharma adalah jalan untuk pergi ke sorga “Dharma eva plavo nanyah svargam samabhivanchatam, Sa ca nawupwanijastatam jaladheh paramicchatah” yang artinya” Yang disebut Dharma, adalah merupakan jalan utuk pergi ke sorga, sebagai halnya perahu yang merupakan alat bagi saudagar untuk mengarungi lautan”.
2. Artha
Artha yaitu benda-benda duniawi yang dapat memuaskan kama. Artha merupakan obyek dari kama sehingga seseorang nikmat merasakan hidup ini (Sura, 1985:92). Made Ngurah (1999: 72) mengatakan kata artha dapat berarti harta atau kekayaan. Ajaran agama Hindu mengajurkan agar semua orang memiliki artha, sebab artha merupakan sarana untuk mencapai tujuan tertinggi (moksa).
Artha dalam catur Purusa Artha digunakan sebagai sedekah. Terdapat tiga penggunaan artha dalam ajaran Catur Purusa Arta yakni artha digunakan untuk memenuhi dharma, artha digunakan untuk memenuhi kama dan artha untuk mendapatkan harta kembali (wirasusaha).
3. Kama
Sura (1985:91) menjelaskan bahwa kama yaitu keinginan, nafsu yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu, yang mendorong orang bergairah dan bergirang dalam hidup ini. Made Ngurah (1999: 74) menjelaskan bahwa kama adalah nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Kepuasan atau kenikmatan tersebut memang merupakan salah satu tujuan atau kebutuhan manusia.
4. Moksa
Secara etimologi moksa berasal dari bahasa sanskerta dari akar kata “Muc” yang artinya “Membebaskan” atau “Melepaskan” (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2015: 2). Berdasarkan pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa Moksa adalah terbebasnya jiwa (atman) dari ikatan duniawi atau samsara (kelahiran kembali). Ngurah Nala dan Sudharta (2009: 41) menjelaskan apabila Atman itu sudah bersih, oleh karena Ia mentaati petujuk-petunjuk Sang Hyang Widhi (Tuhan), maka Atman itu tidak terikat dengan hukum karma, disebut Niskama Karma, dan Tidak lagi mengalami Punarbhawa, tidak mengalami Samsara. Keadaan inilah yang disebut Moksa atau kelepasan (pembebasan).
Sangat membantu
BalasHapusSangat membantu siswa nike
BalasHapusNice
BalasHapusNtapss kaka
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusInspirasi
BalasHapus